Kabar Terbaru

Belanja Jemaah Haji Capai Rp 4 Triliun, UMKM Daerah Diminta Ambil Peluang

Ilustrasi.pelaku usaha UMKM./Istimewa.

MYCITY.CO.ID, GOWA — Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyebut belanja jemaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp 4 triliun. 

Irfan mengatakan potensi ekonomi dari penyelenggaraan haji perlu dimanfaatkan untuk memperluas pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk dengan melibatkan pelaku usaha daerah dalam rantai pasok kebutuhan jemaah haji dan umrah.

“UMKM harus kita dorong agar bisa naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Potensi ekonomi haji ini perlu dimanfaatkan sehingga pelaku usaha daerah tidak hanya menjadi penonton,” ujar Irfan dalam keterangan tertulis dikutip Minggu, (18/10/2026).

Menurut Irfan, besarnya belanja jemaah menunjukkan adanya peluang usaha yang dapat dikembangkan, mulai dari produk konsumsi hingga barang dan jasa penunjang perjalanan ibadah. Namun, pelaku UMKM perlu meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, dan konsistensi pasokan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Sulawesi Selatan dinilai memiliki potensi untuk mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji. Penguatan UMKM daerah diharapkan dapat menghubungkan produk lokal dengan kebutuhan jemaah sekaligus memperluas manfaat ekonomi penyelenggaraan haji bagi masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah berupaya menjaga keterjangkauan biaya ibadah haji. Irfan mengatakan penurunan biaya haji tahun ini didukung kebijakan subsidi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Tahun ini biaya haji turun, dan untuk pertama kalinya pemerintah memberikan subsidi kepada jemaah sebesar Rp 3,4 juta," kata Irfan.

Rangkaian UMKM Expo Sulsel 2026 juga diisi dengan pembagian hadiah perjalanan umrah kepada dua guru ngaji, serta sepeda dan uang tunai bagi pelajar Sulawesi Selatan yang terpilih.

Pengembangan ekonomi haji, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Tantangannya bukan hanya memperbesar nilai transaksi, tetapi juga memastikan UMKM daerah memiliki kapasitas dan kesempatan untuk masuk ke pasar yang terbentuk dari kebutuhan jemaah.

Dengan penguatan kapasitas usaha dan akses pasar, potensi belanja jemaah haji diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan bagi UMKM daerah, bukan sekadar perputaran uang selama penyelenggaraan ibadah.

Posting Komentar

0 Komentar