Kabar Terbaru

Kredivo: 48 Persen Pengguna yang Pertama Kali Mengakses Kredit adalah Perempuan


MYCITY.CO.ID, Jakarta – Sebanyak 48 persen masyarakat yang pertama kali memperoleh akses kredit melalui Kredivo merupakan perempuan. Temuan dalam Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo itu menunjukkan peran kredit digital dalam memperluas akses pembiayaan bagi kelompok yang menghadapi keterbatasan dalam mengakses layanan keuangan formal.

Laporan tersebut mencatat jumlah masyarakat yang memperoleh akses kredit pertama melalui Kredivo meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan 2019. Perempuan menjadi bagian penting dari perluasan akses tersebut, di tengah kendala pembiayaan yang masih dihadapi, seperti keterbatasan agunan, riwayat kredit, dan bukti pendapatan.

Chief Marketing Officer Kredivo, Indina Andamari, mengatakan akses kredit yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial dapat membantu perempuan mengembangkan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi.

“Sejak berdiri pada 2016, Kredivo percaya bahwa inklusi keuangan harus memberikan kesempatan yang setara, termasuk bagi laki-laki maupun perempuan untuk mengakses pembiayaan. Akses kredit yang sesuai kebutuhan dan kemampuan dapat menjadi salah satu enabler bagi perempuan untuk mengembangkan usaha, memperkuat kemandirian ekonomi, hingga berdampak pada kesejahteraan keluarga. Karena itu, kami ingin memastikan semakin banyak perempuan tidak hanya terjangkau layanan kredit, tetapi juga dapat memanfaatkannya secara produktif dan bertanggung jawab,” ujar Indina dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2026).

Perluasan akses kredit tersebut juga diikuti peningkatan penggunaan pembiayaan untuk kegiatan produktif. Pada 2025, sebanyak 54 persen kredit yang disalurkan Kredivo digunakan untuk kebutuhan produktif. Sementara itu, jumlah pengguna yang mengakses kredit sebagai modal usaha meningkat hingga 15 kali lipat dibandingkan 2019.

Perempuan juga berkontribusi dalam pemanfaatan kredit untuk usaha. Kredivo mencatat 48 persen penerima kredit usaha mereka merupakan perempuan.

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), Paksi Walandouw, mengatakan akses terhadap sumber daya ekonomi dapat memengaruhi posisi tawar perempuan dalam keluarga maupun kegiatan ekonomi.

“Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Kredivo turut memperluas akses kredit bagi perempuan, dengan 48% pengguna yang pertama kali mengakses kredit melalui Kredivo adalah perempuan. Hal ini menjadi indikasi positif bagi inklusi keuangan, mengingat akses terhadap sumber daya ekonomi dapat memengaruhi posisi tawar perempuan, baik dalam keluarga maupun aktivitas ekonomi yang lebih luas. Dari perspektif demografi, dampak inklusi keuangan tidak hanya dilihat dari terbukanya akses pembiayaan, tetapi juga dari bagaimana akses tersebut mendukung kapasitas perempuan dalam mengelola sumber daya, menentukan pilihan ekonomi, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan secara lebih mandiri,” kata Paksi.

Menurut data Bank Dunia pada 2020, sekitar 60 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dimiliki perempuan. Namun, akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan bagi kelompok tersebut untuk mengembangkan usaha.

Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo mencatat 65,7 persen penggunanya tergolong memiliki literasi keuangan yang baik atau well-literate.

“Semakin luas akses yang terbuka, semakin penting memastikan pertumbuhannya tetap sehat. Karena itu, perluasan inklusi perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan penerapan responsible lending, agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap kredit, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialnya,” ujar Indina.

Kredivo menilai perluasan akses pembiayaan perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan dan penyaluran kredit yang bertanggung jawab agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut sesuai kebutuhan dan kemampuan membayar.

Posting Komentar

0 Komentar