Kabar Terbaru

Potensi Panas Bumi Indonesia Baru Tergarap 11,6 Persen

Ilustrasi PLTP./Dok. PGEO

MYCITY.CO.ID, Jakarta – Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pembangunan Sosial, Tina Talisa, mengatakan Indonesia berpeluang menjadi negara dengan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) terbesar di dunia. Namun, pemanfaatan potensi energi panas bumi nasional masih perlu ditingkatkan.

“Posisi nomor dua di dunia, tapi memang masih ada ruang pengembangan sangat besar, karena kita belum sampai 12 persen, baru 11,6 persen dari total potensi,” ujar Tina saat mengunjungi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) di Area Kamojang, Jawa Barat, Selasa, 20 Oktober 2026.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 23.202,77 megawatt (MW). Adapun kapasitas terpasang baru mencapai 2.776,39 MW atau sekitar 11,6 persen dari total potensi tersebut. Saat ini, Indonesia berada di peringkat kedua dunia setelah Amerika Serikat dalam kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi.

Tina menilai kondisi geologis Indonesia yang berada di kawasan cincin api atau Ring of Fire menjadi modal besar untuk mengembangkan energi panas bumi. Menurut dia, upaya meningkatkan kapasitas pembangkit membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Jadi nomor satu di dunia itu menurut pemerintah sangat masuk akal sebetulnya untuk dicapai, tapi memang catatannya adalah kita mesti bareng-bareng,” tutur Tina.

Selain meninjau operasional pembangkit, Tina melihat sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PGE. Program tersebut mencakup kelompok produsen pupuk GeO-Fert, Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarsari, serta pelaku usaha kopi melalui program KANYAAH (Kamojang Agri-Aquaculture Energized by Geothermal for Harmony).

Salah satu program yang dikunjungi adalah Geothermal Dry House, fasilitas yang memanfaatkan panas bumi untuk mempercepat pengeringan biji kopi. Teknologi tersebut memangkas waktu pengeringan dari sebelumnya 30–45 hari menjadi 3–10 hari.

Program ini telah mendukung 320 keluarga petani kopi di sekitar Kamojang. Produk kopi yang dihasilkan juga telah menjangkau pasar Asia dan Eropa.

Tina mengapresiasi pemanfaatan panas bumi yang tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. Menurut dia, pengembangan energi bersih perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan keterlibatan masyarakat setempat.

“Kamojang ini menjadi benchmark untuk melihat bukan hanya soal energinya, tetapi juga keterhubungannya dengan aspek sosial dan lingkungan. Keberlanjutan itu betul-betul ada di sini dan perlu dijaga bersama, terutama melalui kolaborasi dan komunikasi yang intensif dengan masyarakat serta pemerintah daerah. Dan sekali lagi, ini bukti nyata,” ujar Tina.

Dalam kunjungan tersebut, Tina juga meninjau Pusat Konservasi Elang Kamojang dan kawasan Kawah Kamojang. Ia turut melihat sumur panas bumi KMJ-3 yang menjadi bagian dari sejarah eksplorasi panas bumi Indonesia sejak 1926.

Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, mengatakan pengelolaan panas bumi di Kamojang mencerminkan upaya perusahaan menjaga keandalan pasokan energi bersih. Menurut dia, produksi listrik di wilayah operasi tersebut mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

“Kamojang terus menunjukkan kinerja operasional yang sangat baik, dengan produksi listrik yang mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Capaian ini menjadi bukti komitmen kami menjaga keandalan pembangkit. Komitmen itu kami wujudkan melalui pengelolaan reservoir, pemeliharaan aset, inovasi teknologi, serta penerapan standar keselamatan secara konsisten,” ujar Andi.

Ia mengatakan keberhasilan pengelolaan panas bumi tidak hanya diukur dari produksi listrik, tetapi juga dari manfaat yang diterima masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Lebih dari itu, kami ingin memastikan kehadiran operasi panas bumi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya,” kata Andi.

Posting Komentar

0 Komentar