Kabar Terbaru

RPN dan Bionusa Umumkan Rencana Penggabungan, Dorong Integrasi Riset Perkebunan

Mycity.co.id, JAKARTA — PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dan PT Bio Industri Nusantara (Bionusa) mengumumkan rencana penggabungan usaha pada 10 Oktober 2026. Penggabungan kedua perusahaan yang berada di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara tersebut berkaitan dengan integrasi kegiatan riset dan pengembangan produk berbasis hayati di sektor perkebunan.

Dalam pengumuman yang ditandatangani direksi masing-masing perusahaan, RPN dan Bionusa menyatakan rencana penggabungan disusun untuk memenuhi ketentuan anggaran dasar kedua perseroan. Ringkasan rancangan penggabungan yang telah disetujui dewan komisaris masing-masing perusahaan sebelumnya diumumkan pada 21 Agustus 2026.

Pengumuman tersebut merujuk pada Pasal 123 dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, sebagaimana diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.

PT RPN merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan komoditas perkebunan. Perusahaan ini mengelola sejumlah pusat penelitian yang berfokus pada komoditas strategis, antara lain kelapa sawit, karet, kopi dan kakao, gula, serta teh dan kina.

Sementara itu, Bionusa bergerak di bidang agroindustri berbasis bioteknologi, terutama produksi pupuk hayati, pupuk organik, biopestisida, dan bioaktivator. Produk perusahaan antara lain Pupuk Hayati Emas (PHE), Kompota, Marfu-P, dan Biocomp.

Rencana penggabungan kedua perusahaan berpotensi mempertemukan kemampuan penelitian dan pengembangan RPN dengan kegiatan produksi serta komersialisasi produk hayati Bionusa. Integrasi tersebut relevan bagi pengembangan inovasi perkebunan, termasuk pemanfaatan mikroorganisme untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan tanah.

Meski demikian, pengumuman tertanggal 10 Oktober 2026 tersebut belum memerinci jadwal penyelesaian penggabungan, struktur organisasi setelah penggabungan, maupun dampaknya terhadap operasional dan produk masing-masing perusahaan.

Direksi RPN mencantumkan alamat perseroan di Jalan Salak Nomor 1A, Bogor, Jawa Barat. Adapun Bionusa beralamat di Jalan Raya Bungursari Nomor 215, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Pengumuman rencana penggabungan ini merupakan bagian dari pemenuhan ketentuan hukum dan anggaran dasar kedua perseroan.

Posting Komentar

0 Komentar