MYCITY.CO.ID, JAKARTA — Danantara Investment Management (DIM), Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk merampungkan transaksi investasi strategis untuk proyek pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC). Proyek ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan kimia dan memperkuat rantai pasok industri dalam negeri.
Dalam keterangan tertulis pada Kamis, 15 Oktober 2026, fasilitas yang dikembangkan Chandra Asri Group itu dirancang memiliki kapasitas produksi 400 ribu ton soda kaustik dan 500 ribu ton etilena diklorida (EDC) per tahun.
Soda kaustik merupakan bahan kimia yang dibutuhkan dalam berbagai sektor industri, termasuk pengolahan bauksit dan alumina. Adapun EDC merupakan bahan baku untuk produksi vinil klorida monomer (VCM), yang digunakan dalam pembuatan polivinil klorida (PVC).
Peningkatan produksi kedua bahan kimia tersebut di dalam negeri diharapkan dapat mengurangi kebutuhan impor, menghemat devisa, dan menjamin ketersediaan bahan baku bagi industri hilir. Permintaan soda kaustik diperkirakan terus meningkat seiring dengan pengembangan industri bauksit dan alumina di Indonesia.
Per September 2026, progres konstruksi proyek CA-EDC telah mencapai sekitar 80 persen. Pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi pemasangan peralatan utama serta pembangunan infrastruktur pendukung, seperti dermaga, trestle, dan fasilitas penyimpanan.
Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027. Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra mengatakan fasilitas itu diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan bahan kimia strategis sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional.
“Dengan target mulai beroperasi secara komersial pada 2027, proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja selama tahap konstruksi dan 250 posisi kerja permanen pada tahap operasional,” kata Erwin dalam keterangan tertulis tersebut.
Menurut Erwin, kemitraan dengan DIM dan INA menggabungkan kemampuan investasi jangka panjang kedua lembaga dengan pengalaman Chandra Asri Group di sektor industri. Kolaborasi itu diharapkan dapat memperkuat kemampuan operasional dan keahlian teknis di dalam negeri.
Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir mengatakan investasi CA-EDC sejalan dengan agenda hilirisasi Indonesia. Ia menyatakan DIM berupaya mengarahkan modal ke sektor yang menopang ketahanan ekonomi nasional dengan tetap mempertimbangkan kelayakan komersial.
“Inisiatif CA-EDC ini mencerminkan jenis investasi strategis yang dapat menghasilkan nilai jangka panjang bagi Indonesia serta memberikan dukungan terhadap industri dalam negeri, pembangunan kapabilitas lokal, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta peningkatan daya saing Indonesia,” ujar Pandu.
Sementara itu, Ketua Dewan Direktur INA Oki Ramadhana mengatakan pertimbangan investasi proyek tersebut didasarkan pada peran soda kaustik dan EDC dalam rantai nilai industri nasional serta prospek komersialnya.
Menurut Oki, pengembangan fasilitas CA-EDC dapat membantu memenuhi kebutuhan bahan baku industri dan mendorong terbentuknya basis industri yang lebih terintegrasi.
Penyelesaian transaksi investasi ini menjadi bagian dari upaya memperdalam hilirisasi industri, yakni meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Proyek CA-EDC diharapkan dapat mendukung pengembangan industri kimia nasional sekaligus memperkuat daya saing sektor manufaktur Indonesia.

0 Komentar