Mycity.co.id, Jakarta — PT HSG Material Indonesia merealisasikan investasi senilai Rp 710 miliar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Investasi di sektor material konstruksi ini diperkirakan menyerap hingga 400 tenaga kerja dan berpotensi memperluas pasar ekspor Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan investasi baru di KEK Kendal diharapkan memperkuat ekosistem industri di Jawa Tengah. Pengembangan kawasan industri tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, mendiversifikasi kegiatan manufaktur, dan memperluas pasar.
“Pengembangan KEK Kendal dan masuknya investasi baru diharapkan terus memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, diversifikasi kegiatan manufaktur, dan perluasan pasar,” ujar Airlangga dalam seremoni peresmian PT HSG Material Indonesia di Kota Semarang.
PT HSG Material Indonesia merupakan bagian dari Fujian Hongsheng Material Technology. Perusahaan ini memproduksi tiang pancang pipa prefabrikasi, tiang pancang persegi prefabrikasi, dan beton pracetak untuk mendukung kebutuhan pembangunan infrastruktur serta berbagai proyek konstruksi.
Berdasarkan perencanaan awal, fasilitas produksi perusahaan ditargetkan memiliki kapasitas penjualan tahunan sebesar 3 juta meter tiang pancang beton prefabrikasi dan 150 ribu meter persegi beton siap pakai. Kapasitas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus meningkatkan peluang ekspor.
Pemerintah menilai pengembangan industri material konstruksi di KEK Kendal berpotensi memperkuat daya saing manufaktur Indonesia di pasar regional. Pasar material konstruksi di Asia Tenggara pada 2025 tercatat mencapai US$ 682 juta.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, investasi tersebut menjadi bagian dari penguatan kemitraan ekonomi Indonesia dan Tiongkok melalui inisiatif Two Countries, Twin Parks (TCTP). Kerja sama pengembangan kawasan industri kembar ini diarahkan untuk mendorong realisasi investasi, transfer teknologi, dan integrasi rantai pasok kedua negara.
Pengembangan KEK Kendal
KEK Kendal berawal dari pengembangan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang menjadi bagian dari kerja sama ekonomi Indonesia dan Singapura. Kawasan industri tersebut diresmikan oleh kedua kepala pemerintahan pada 14 November 2016.
KIK Kendal kemudian memperoleh status sebagai KEK melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Kendal. Status tersebut memperkuat peran kawasan dalam menarik investasi, meningkatkan aktivitas industri, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong ekspor melalui fasilitas serta kemudahan sesuai ketentuan KEK.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah terus mendorong iklim investasi yang kondusif agar komitmen investasi dapat direalisasikan menjadi kegiatan usaha produktif.
“Pemerintah terus mendorong iklim investasi yang kondusif agar komitmen investasi dapat diwujudkan menjadi kegiatan usaha produktif yang memperkuat struktur industri nasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Haryo.
Pemerintah berharap masuknya investasi baru di KEK Kendal tidak hanya menambah kapasitas industri manufaktur, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan memperkuat keterhubungan rantai pasok industri Indonesia dengan pasar regional.

0 Komentar